Big Data sebagai Masa Depan dari Periklanan Online


Social Media Week

Social Media Week is a leading news platform and worldwide conference that curates and shares the best ideas and insights into social media and technology's impact on business, society, and culture.


Tantangan yang tetap dihadapi media dan professional di bidang periklanan adalah perubahan dasar pada teknologi yang disebut dengan alogaritma dan big data. Kombinasi diantara keduanya terjadi dalam otomasi dan real time buying and selling yang mendefinisikan kembali model periklanan untuk bisnis and penempatan valuenya.

Lebih dari 40% dari populasi di dunia telah memiliki akses ke internet. Tentunya kondisi ini merupakan pangsa pasar yang sangat luas dan sumber data yang sangat besar. Namun, dengan adanya ledakan jumlah pengguna ponsel pintar juga terdapat pengguna baru di dalamnya, menciptakan target pasar baru yang dapat dituju oleh para pelaku bisnis.

Platform teknologi global seperti Google, Amazon, Facebook, dan LinkedIn, telah menciptakan banyak pusat data yang sangat berguna. Singkatnya, big data memang sangat besar dan kompleks untuk diatur dalam database yang standar. Namun, data yang terdapat di platform tersebut dapat diakses, dianalisis, dan masyarakat dapat mengambil informasi yang berguna.

Data historis juga memiliki potensi yang bagus jika diolah dengan tepat. Data tersebut memberikan pemahaman yang mendalam terhadap tren di suatu industri. Kaitan antara data historis dan data baru yaitu dapat mengembangkan model untuk memprediksi, yang tentunya sangat berguna di industri periklanan.

Sebagai contoh, data yang kita berikan dengan sukarela di Facebook dan data di LinkedIn professional yang sangat berguna. Selain itu, jenis metadata (data yang memberikan informasi mengenai data lainnya) juga sangat berguna, seperti behavioral, demographic, dan geospasial. Kumpulan data tersebut dapat terjadi, karena secara tidak langsung kita meninggalkan jejak berupa data, ketika berinteraksi di internet.

Pada akhirnya, muncullah iklan programmatic, yang merupakan sebuah iklan untuk jual beli dengan alogaritma dan otomasi pembelian. Jenis iklan ini semakin marak, seiring dengan perkembangan pasar online, dimana perangkat lunak yang berperan dalam membeli dan juga menjual space untuk sebuah iklan.

Oleh karena itu, iklan-iklan yang Anda temukan di berbagai macam website yang Anda akses, merupakan  sebuah iklan yang programatis. Hal ini memberikan media periklanan untuk melihat konsumen potensial yang melihat iklannya berdasarkan urutan suatu data. Urutan data tersebut yang nantinya akan membantu media tersebut untuk mendefinisikan kriteria dari iklan dan waktu penayangan yang tepat.

 

Sumber: Smart Company



Anindya Hariandja

Jr. Business Development Officer, PT Merah Cipta Media

Anindyaweh

A newcomer who is currently learning more about digital marketing.



Want to write for Social Media Week?

We're looking for individuals around the globe to contribute articles on marketing, media, technology, and more.







Comments